Peran pers dalam negara demokrasi

Tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran pers memberikan dampak yang luar biasa bagi kehidupan masyarakat.

Masyarakat dapat menggunakan pers untuk mengetahui berbagai informasi atau peristiwa di dalam dan luar negeri. Tapi tahukah Anda apa sebenarnya pers itu?

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, pers adalah lembaga sosial dan media komunikasi massa yang bergerak dalam kegiatan jurnalistik.

Kegiatan jurnalistik adalah kegiatan mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi berupa teks

, suara, gambar, suara dan gambar serta data dan grafik dengan menggunakan berbagai jenis saluran media yang tersedia.

Singkatnya, segala usaha penyiaran atau jurnalistik melalui media massa, baik surat kabar, majalah, radio, televisi, maupun online, disebut pers.

Baca juga: Peran Pers dalam Perjuangan Pergerakan Nasional

Dilihat dari penjelasan di atas, sepintas peran pers hanya menyampaikan informasi kepada publik.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

Namun, dalam konteks negara demokrasi, pers memainkan peran yang sangat penting; tidak hanya menyampaikan informasi.

Bagi negara yang menganut sistem demokrasi seperti Indonesia, pers berperan sebagai alat kontrol bagi pemerintah.

Alat kontrol pemerintah berarti pers memiliki hak untuk mengkritik berbagai kebijakan legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

Kritik tersebut dituangkan dalam bentuk berita atau informasi dari pers. Selain itu, pers juga berperan sebagai penyalur kerinduan masyarakat.

Pers melalui media massa berperan sebagai sarana komunikasi dari masyarakat kepada pemerintah agar masyarakat dapat menyampaikan keinginan, kritik, pendapat, saran dan sarannya melalui media.

Baca juga: Peran Penegakan Hukum Di Indonesia
Pilar keempat demokrasi

Peran pers dalam negara demokrasi begitu penting sehingga pers bahkan disebut sebagai pilar keempat demokrasi atau estate keempat.

Dari buku Teori Komunikasi Massa (2011) karya Denis McQuail dilaporkan bahwa istilah pilar keempat demokrasi pertama kali dicetuskan oleh Edmund Burke dari Inggris pada akhir abad ke-18.

Istilah ini mengacu pada kekuatan politik yang dimiliki pers setara dengan tiga pilar kehidupan Inggris lainnya: Tuhan, Gereja, dan House of Commons.

Berkaitan dengan sistem demokrasi saat ini, kekuatan pers dianggap sejajar dengan pilar demokrasi lainnya, yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Kekuasaan pers mengacu pada kekuasaan untuk mengawasi jalannya pemerintahan dan menyalurkan aspirasi rakyat.

Secara garis besar, peran pers di negara demokrasi adalah untuk memastikan proses akuntabilitas publik berjalan dengan lancar. Pers pada posisi tertentu dapat berfungsi sebagai badan formal yang mengawasi kinerja pemerintah.

Baca juga: Sistem Hukum dan Peradilan Indonesia

Dalam negara demokrasi, peran pers sangat dibutuhkan agar tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan oleh penyelenggara kekuasaan negara.

Karena tugasnya mengawasi kinerja pemerintah, pers harus independen. Pers bebas dari pengaruh kekuasaan apapun, termasuk pengaruh kekuasaan pemilik media.
Tekan fungsi

Brian McNair menjelaskan dalam bukunya Pengantar Komunikasi Politik (2018) fungsi ideal pers di negara demokrasi, yaitu:

Fungsi pemantauan

Artinya, pers harus menginformasikan kepada publik tentang isu-isu publik seperti pedoman resmi, masalah pembangunan, program dan pedoman pemerintah, dll. Dengan cara ini publik dapat mempelajari cara kerja pemerintah.

Fungsi pendidikan

Dalam peran ini, pers harus menyampaikan informasi yang memberikan kontribusi positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan pengetahuan. Artinya, informasi yang diberikan oleh pers harus memberikan pengaruh positif, baik dalam ranah kognitif, afektif, maupun psikomotorik khalayak.

Baca juga: Unsur-unsur Sistem Hukum Nasional

Menyediakan platform untuk wacana politik publik

Artinya, pers harus mengaktifkan sarana debat publik dan opini publik. Termasuk memberi ruang bagi berbagai pendapat yang saling bertentangan tanpa membahayakan nilai-nilai demokrasi.

LIHAT JUGA :

indonesiahm2021.id
unesa.id
unimedia.ac.id
politeknikimigrasi.ac.id
stikessarimulia.ac.id
ptsemenkupang.co.id