Gol dan hasil pertandingan Pencak Silat

  • Pencak Silat telah berkembang menjadi olahraga yang tidak hanya dikenal secara regional tetapi juga internasional.

Perkembangan Pencak Silat kini semakin lengkap, baik sebagai olahraga kompetitif maupun sebagai budaya bangsa Indonesia.

Pencak Silat bukan hanya olahraga kompetitif tetapi juga aktivitas pendidikan jasmani.

Sementara itu, induk resmi organisasi pencak silat di Indonesia adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia, disingkat IPSI.

Baca juga: Sejarah IPSI, Induk Pencak Silat di Indonesia
Kategori lomba pencak silat

Dalam buku Teori dan Praktek Pencak Silat (2016) karya Amjad E dan Silvia Mega N, kompetisi Pencak Silat dibagi menjadi empat kategori, yaitu sparring, tunggal, ganda dan beregu.

Kategori sparring adalah kategori pencak silat yang diikuti oleh dua pesilat

dari kubu yang berbeda.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

Kedua pesilat saling berhadapan dengan unsur bertahan dan menyerang yaitu menangkis/menghindar/menyerang/menyerang sasaran guna menjatuhkan lawan.

Baca juga: Ragam Postur Tegak dalam Pencak Silat
Perlengkapan pencak silat untuk kategori sparring

Perlengkapan pertandingan pencak silat kategori sparring adalah:

Pelindung tubuh disediakan oleh panitia. Setiap arena memiliki setidaknya lima pasang bodyguard.
Pita / braket merah dan biru untuk tanda sudut. Ukuran lebar 5 cm dan terbuat dari bahan yang tidak mudah dilipat.
Perlindungan malu oleh pejuang itu sendiri.

Ilustrasi taktik dan strategi bertahan dalam Pencak Silat Kemdikbud Ilustrasi taktik dan strategi bertahan dalam Pencak Silat

Peraturan Pertandingan Pencak Silat

Dalam kompetisi, setiap petarung harus memenuhi persyaratan berikut.

LIHAT JUGA :

pcpm35rekrutmenbi.id
indi4.id
connectindonesia.id

Pesilat saling berhadapan dengan unsur bertahan dan menyerang.
Pesilat wajib menerapkan aturan pencak silat dan mematuhi larangan yang telah ditetapkan.
Pertahanan dan serangan yang dijalankan harus dibangun dari posisi awal/pasangan atau pola langkah serta koordinasi dalam pelaksanaan serangan dan pertahanan.
Setelah petarung melakukan serangan atau pertahanan, ia harus kembali ke posisi awal dan melanjutkan menggunakan pola langkah.
Serangan yang berurutan harus ditargetkan secara teratur dan berurutan dengan cara yang berbeda untuk menargetkan maksimal 4 (empat) jenis serangan.
Serangan yang dievaluasi adalah serangan yang menggunakan pola langkah, tidak terhalang, stabil, bertenaga dan tersusun dalam koordinasi teknik serangan yang baik.