Direktorat SMP: Kehadiran UKS mendukung pertemuan tatap muka terbatas

Sejak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan lampu hijau untuk pelatihan ruang kelas terbatas, beberapa daerah sudah melakukan uji coba.

Pembelajaran tatap muka secara terbatas diperbolehkan selama semua guru dan staf pengajar di setiap sekolah telah menerima vaksin lengkap.

Selain itu, siswa yang menghadiri pertemuan tatap muka terbatas akan memerlukan izin dari orang tua atau wali mereka.

Mengadakan kelas tatap muka di tengah pandemi Covid-19 tentunya harus dibarengi dengan kedisiplinan penerapan protokol kesehatan.

Artinya proses belajar mengajar di sekolah dapat berlanjut dan kesehatan semua orang yang terlibat tetap terjaga.

Baca Juga: Direktorat SMA: Ini 6 Tata Cara Kantin Sekolah Di Era Kebiasaan Baru

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran
Dukung kesehatan semua orang yang terlibat

Direktur Jenderal SMP Ditjen PAUD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dikdas Dikmen

, Mulyatsyah mengatakan, segala sesuatunya harus dipersiapkan dengan matang untuk menjamin keamanan seluruh unsur pendidikan di sekolah.

“Kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penetapan pedoman pembelajaran,” kata Mulyatsyah di situs Direktorat SMP Depdikbud, Sabtu, 10 April 2021. ).

Baca juga: Mahasiswa, Ini Gaya Hidup Bersih Sehat Saat Belajar Tatap Muka

Mulyatsyah, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk memulai pembelajaran tatap muka, antara lain:

  1. Tersedianya fasilitas sanitasi dan higienis.
  2. Kesiapan sarana kesehatan di sekolah seperti Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
  3. Persetujuan dewan sekolah atau wali siswa yang sah.

Baca Juga: Mahasiswa Pahami 6 Poin Ini Saat Coba Belajar Tatap Muka Di Jakarta
Peran UKS dalam pengajaran tatap muka

Mulyatsyah mengungkapkan pentingnya UKS, termasuk ketersediaan sanitasi yang baik.

Menurut dia, direktorat SMP telah merencanakan program pembinaan dan pengembangan UKS untuk satuan pendidikan tingkat menengah pada tahun 2021.

Penyuluhan dan Pengembangan UKS merupakan program yang bertujuan untuk memajukan dan mengembangkan UKS untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan hasil belajar siswa, yang tercermin dalam Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Hal ini memungkinkan tumbuh kembang yang serasi dan optimal di lingkungan sekolah,” kata Mulyatsyah.

Baca Juga: Pelajar, Perhatikan 3 Cara Perlindungan Terhadap Kekerasan Seksual Di Sekolah

Melalui program UKS ini, lanjutnya, sekolah didukung oleh pemerintah dalam mengembangkan UKS.

Dukungan ini dapat digunakan untuk membantu proses PTM, seperti:

Penyediaan alat protokol kesehatan (masker, desinfektan, thermal gun, dll).
Berikan sanitasi yang baik.
Meningkatkan pelayanan UKS yang maksimal.

“Kami berharap melalui program ini sekolah dapat memanfaatkan dan mempertimbangkan secara maksimal bantuan yang diberikan untuk menjamin kesehatan dan keselamatan seluruh elemen pendidikan di lingkungan sekolah,” pungkas Mulyatsyah.

LIHAT JUGA :

https://paskot.id/
https://politeknikimigrasi.ac.id/
https://stikessarimulia.ac.id/
https://unimedia.ac.id/
https://www.hindsband.com/
https://savepapajohns.com/
https://mudikbumn.co.id/